Pendahuluan: Mengapa Memilih Pompa Batang Oli yang Tepat Lebih Penting daripada Harga:
Di sebagian besar ladang minyak lepas pantai,pompa batang minyaktetap menjadi salah satu metode pengangkatan buatan yang paling umum dan hemat biaya. Bagi tim pengadaan dan operasi, memilih metode yang tepatpompa batang minyakIni bukan hanya tentang membeli peralatan. Hal ini secara langsung memengaruhi produksi sumur, waktu henti, beban kerja pemeliharaan, dan biaya jangka panjang.
Satu pilihan yang salah dapat menyebabkan seringnya inspeksi pompa, biaya operasional yang tinggi, dan bahkan dampak jangka panjang pada stabilitas produksi harian.
Artikel ini menyediakan kerangka kerja sistematis untuk mengevaluasi dan memilihpompa batang minyakdari perspektif pengadaan perusahaan. Kami mencakup penilaian sumur, sifat fluida, material dan manufaktur, biaya siklus hidup (LCC/TCO), evaluasi pemasok, proses pengadaan, dan pengendalian risiko. Kami juga menyediakan daftar periksa praktis untuk membantu tim menyeimbangkan faktor teknis dan komersial, menghindari ekstrem "mahal tapi tidak perlu" atau "murah tapi rawan kegagalan".
1. Mulai Dengan Data: Bangun Catatan Sumur dan Produksi yang Lengkap:
Sebelum membelipompa batang minyak, kumpulkan dan verifikasi data sumur yang akurat. Tanpa informasi yang akurat, semua keputusan hanyalah tebakan.
Data sumur dan data historis yang penting (minimal):
1. Kedalaman sumur: TVD (Kedalaman Vertikal Sejati), MD (Kedalaman Terukur), ukuran casing dan tabung.
2. Lintasan sumur: deviasi maksimum, dogleg, penampang arah.
3. Produksi harian dan fluktuasi fluida: kurva produksi 12 bulan (minyak, air, gas) dan variasi jangka pendek.
4. Sifat fluida sumur: viskositas (pada suhu berbeda), densitas, kandungan pasir, kandungan gas (GOR), pemotongan air, media korosif (H₂S, CO₂, konsentrasi klorida).
5. Kegagalan historis: inspeksi pompa, patahnya batang, kegagalan katup, lokasi dan tingkat keausan batang/pipa.
6. Batasan peralatan permukaan: langkah pompa jack yang ada, frekuensi, torsi maksimum, dan antarmuka pemasangan.
7. Pemeliharaan dan suku cadang: ketersediaan tim di tempat, waktu tunggu pengiriman, dan strategi stok suku cadang.
Dengan titik data objektif ini, tim dapat berkomunikasi dengan pemasok, mencocokkan pompa dan material, serta menghitung risiko dan biaya secara lebih akurat.
2. Memetakan Kondisi Sumur dengan Kebutuhan Pompa:
Terjemahkan kondisi sumur ke dalam persyaratan teknis yang jelas.
2.1 Sumur Dalam & Beban Batang – Kekuatan Batang dan Laras Pompa
Sumur dalam (sekitar 1500–2500 m) meningkatkan tegangan dan tegangan lentur batang. Operator sebaiknya memilih batang dengan mutu lebih tinggi (kekuatan luluh dan ketahanan impak yang lebih baik) dan menggunakan lapisan keras atau pengerasan permukaan di dalam tabung pompa.
Spesifikasi pengadaan harus menyatakan beban tarik dan tekan maksimum dan kinerja material minimum pada suhu ekstrem.
2.2 Sumur Pasir dan Abrasif – Material Pompa & Pelapis
Untuk sumur berpasir, pilih plunger berlapis keras (tungsten karbida, keramik, atau krom) dan barel berkekerasan tinggi. Gunakan dudukan katup tahan aus atau berpelumas otomatis.
Spesifikasi harus mencakup konsentrasi pasir maksimum (mg/L), kisaran ukuran partikel, dan perkiraan masa pakai material berdasarkan pengalaman atau studi kasus.
2.3 Sumur Gas-Cut – Jenis Pompa & Penanganan Gas
Sumur gas tinggi dapat mengalami penyumbatan gas. Gunakan jangkar gas, pompa berkecepatan tinggi langkah pendek, atau katup khusus untuk mencegah kegagalan pompa.
Cantumkan kandungan gas maksimum yang diizinkan dan desain anti-gas-lock yang direkomendasikan dalam dokumen pengadaan.
2.4 Fluida Korosif (H₂S/CO₂/Klorida Tinggi) – Ketahanan Korosi
Sumur dengan kadar H₂S atau CO₂ tinggi memerlukan paduan atau perawatan permukaan yang tersertifikasi untuk ketahanan retak tegangan sulfida (SSC) dan ketahanan korosi.
Tentukan komposisi kimia material, peringkat L80/N80/H2S, atau sertifikasi NACE. Minta laporan inspeksi material yang dapat dilacak (komposisi, kekerasan, perlakuan panas).
2.5 Viskositas Tinggi & Minyak Berat – Ukuran Pompa & Jarak Bebas
Oli dengan viskositas tinggi mengurangi efisiensi hisap dan menyebabkan plunger selip. Tentukan diameter pompa yang direkomendasikan, rentang jarak bebas, dan solusi penyegelan/pelapisan.
Perhatikan jika diperlukan pemanasan, pengenceran, atau sirkulasi.
2.6 Kompatibilitas Kepala Sumur & Peralatan Permukaan
Konfirmasikan ukuran pipa, antarmuka kepala sumur, dan langkah kerja pompa. Tentukan toleransi panjang pemasangan, jenis alas, dan kait atau konektor khusus jika diperlukan.
Sertakan biaya modifikasi dalam evaluasi pengadaan jika diperlukan perubahan peralatan permukaan.

3. Material dan Manufaktur: Spesifikasi Utama yang Perlu Dicantumkan
Desain yang baik dan material yang tepat hanyalah langkah awal. Manufaktur yang presisi dan kontrol kualitas menentukan kinerja pompa.
Bahan & Pelapis Laras Pompa & Plunger
Tentukan tingkat paduan atau komposisi kimia, kekerasan permukaan (HRC atau HV), jenis pelapis (krom, nitriding, semprotan tungsten karbida), dan toleransi ketebalan pelapis.
Memerlukan data tentang daya rekat lapisan, penyelesaian permukaan, dan ketahanan aus (contoh abrasi Taber atau lapangan).
Katup, Bola, dan Segel
Gunakan sisipan tahan aus, keramik, atau paduan keras untuk bola dan dudukan katup. Tentukan material segel (PU, FKM, PTFE) dengan suhu operasi maksimum dan kompatibilitas kimia.
Memerlukan penilaian kehidupan berdasarkan kandungan padatan dan siklus yang ditentukan.
Perlakuan Panas, Akurasi & Toleransi Pemesinan
Tentukan perlakuan panas dan pemeriksaan keseragaman kekerasan untuk bagian penting (plunger, barrel).
Tentukan toleransi untuk dimensi utama (ID, konsentrisitas, kekasaran permukaan Ra) untuk menghindari keausan yang tidak terduga.
Kontrol Kualitas & Inspeksi
Memerlukan analisis kimia, pengujian kekerasan, pemeriksaan pelapisan permukaan, dan NDT (partikel ultrasonik/magnetik).
Memerlukan laporan pemeriksaan lengkap dan ketertelusuran batch.
Untuk ekspor, perhatikan standar internasional (misalnya, API 11AX, NACE).
4. Biaya Siklus Hidup: Pikirkan Lebih dari Harga Awal
Keputusan pengadaan harus didasarkan pada total biaya, bukan hanya harga dimuka.
4.1 Elemen Biaya:
1. CAPEX: pembelian dan pemasangan, termasuk harga pompa dan modifikasi permukaan.
2. OPEX: energi, perawatan rutin, pelumasan, inspeksi.
3. Biaya pemompaan dan perbaikan: tenaga kerja, waktu henti, suku cadang pengganti.
4. Produksi yang hilang: dihitung sebagai produksi harian × waktu henti.
5. Persediaan suku cadang: modal terikat dalam stok dan biaya penyimpanan.
6. Penyusutan & nilai sisa: perkiraan umur pompa dan nilai yang dapat dipulihkan.
4.2 Contoh Perhitungan:
Siapkan perbandingan arus kas 5–10 tahun. Sertakan berbagai jenis pompa dan pilihan material dengan total biaya termasuk kehilangan produksi.
Pompa dengan keausan tinggi atau katup kompleks memiliki CAPEX yang lebih tinggi tetapi mengurangi frekuensi pemeriksaan dan waktu henti, seringkali lebih murah dalam jangka panjang.
Pada sumur berpasir atau korosif, pompa standar yang murah sering kali lebih mahal seiring berjalannya waktu dibandingkan dengan pompa yang bermutu lebih tinggi dan tahan aus/korosi.
4.3 Metrik Keuangan Utama:
Biaya produksi per unit ($/bbl): mengukur dampak pada ekonomi lapangan.
Periode pengembalian modal: ketika biaya tambahan diimbangi dengan berkurangnya waktu henti/pemeliharaan.
MTBF & MTTR: mengukur keandalan, membandingkan komitmen pemasok dan kinerja masa lalu.
5. Evaluasi Pemasok: Fokus pada Hasil yang Dapat Disampaikan
Pemasok bersaing dengan memberikan hasil yang stabil dan jangka panjang, bukan hanya sekadar menunjukkan dokumen.
5.1 Dimensi Kemampuan Pemasok (Penilaian yang Disarankan)
Kemampuan teknis (25%): solusi khusus, keahlian insinyur, kedalaman dokumentasi.
Manufaktur & kontrol kualitas (20%): inspeksi, ketertelusuran, konsistensi prototipe/batch.
Dukungan lapangan (20%): respons cepat di tempat, teknisi tetap, kecepatan pengiriman.
Pengiriman & rantai pasokan (15%): pengiriman tepat waktu, ketersediaan suku cadang, pengiriman internasional.
Harga & purna jual (10%): garansi, penggantian, dukungan di tempat.
Studi kasus & reputasi (10%): kasus lapangan dalam kondisi serupa, referensi.
5.2 Bahan & Bukti yang Diminta
Studi kasus, video, atau catatan operasi.
Laporan audit pabrik, dokumentasi proses utama.
Pengujian atau laporan pihak ketiga (keausan, kompatibilitas kimia).
Komitmen dan harga pengiriman suku cadang.
SLA: waktu respons, dukungan di tempat, pelatihan.
6. Proses Pengadaan: Tahapan Utama Dari RFP hingga Penerimaan
Hindari hanya berfokus pada harga. Ikuti langkah-langkah berikut:
Tahap 1 – Menentukan Persyaratan
Kumpulkan data sumur, tentukan kondisi dan KPI yang diperlukan.
Tetapkan model keuangan (dasar LCC) dan pengembalian/waktu henti yang dapat diterima.
Tahap 2 – Menerbitkan RFP
Sertakan semua data sumur, persyaratan material dan inspeksi, pengiriman, dan SLA.
Minta BOM, proses manufaktur, sertifikat material, dan setidaknya 2 kasus lapangan.
Tahap 3 – Tinjauan Teknis & Pengujian Sampel
Uji bagian-bagian utama atau gunakan inspeksi pihak ketiga.
Pertimbangkan audit pabrik atau demo teknis pemasok.
Tahap 4 – Instalasi Uji Coba & Uji Batch Kecil (Opsional)
Untuk sumur berisiko tinggi, pasang batch kecil selama 3–6 bulan. Lacak keausan, segel, dan frekuensi inspeksi.
Tahap 5 – Penerimaan & Pelacakan
Evaluasi 90 hari pertama pengoperasian, bukan hanya sertifikat.
Membangun file kinerja pemasok (MTBF, waktu respons, pengiriman cadangan) untuk pengadaan di masa mendatang.
7. Kesalahan Umum Pengadaan dan Solusinya
Kesalahan 1: Hanya membandingkan harga, mengabaikan TCO.
Solusi: Gunakan LCC 5–10 tahun untuk menyoroti biaya produksi yang hilang.
Kesalahan 2: Menganggap pompa “cocok” sudah cukup
Solusi: Memerlukan peninjauan kompatibilitas dan pemeriksaan pra-instalasi.
Kesalahan 3: Tidak ada suku cadang atau waktu tunggu yang lama
Solusi: Menandatangani perjanjian suku cadang atau menyimpan stok penting berdasarkan siklus inspeksi.
Kesalahan 4: Melewati instalasi uji coba
Solusi: Gunakan metrik uji coba + kinerja untuk sumur berisiko tinggi guna mengurangi risiko kegagalan skala besar.
8. Daftar Periksa Praktis
1. Data sumur lengkap: TVD/MD, deviasi, pasir, gas, air, indikator korosif.
2. Target produksi: tingkat harian, fluktuasi yang dibolehkan, waktu henti maksimal.
3. Spesifikasi teknis: kelas material, perawatan permukaan, katup, perlakuan panas, toleransi, inspeksi.
4. Model LCC: CAPEX, OPEX, pemeliharaan, kehilangan produksi diukur.
5. Penilaian pemasok: teknologi, manufaktur, layanan, studi kasus, pengiriman.
6. Rencana uji coba kelompok kecil (jika diperlukan): durasi, metrik kinerja, kriteria penerimaan.
7. Strategi cadangan: stok kritis, pengiriman darurat, penetapan harga.
8. Ketentuan kontrak: garansi, SLA, pelatihan, keterlacakan material.
9. Membelipompa batang minyakadalah tentang penilaian teknik, pengendalian rantai pasokan, dan pemodelan biaya untuk memastikan produksi yang stabil dalam jangka panjang.
Operator harus:
Pemilihan pompa didasarkan pada data dan pengujian, bukan hanya pengalaman atau harga.
Mengevaluasi pemasok berdasarkan hasil lapangan yang dapat dikirimkan, bukan hanya dokumen.
Berfokuslah pada biaya siklus hidup dan minimalisasi risiko, bukan harga pembelian satu kali.
Kami dapat membuat perbandingan P-Spec dan LCC berdasarkan kondisi sumur Anda (TVD, pasir, gas, target produksi, peralatan permukaan). Kami menyediakan 2-3 solusi pilihan dengan perkiraan masa pakai dan frekuensi inspeksi. Hal ini dapat dilampirkan langsung ke RFP Anda untuk meminimalkan risiko teknis.
Dongsheng Petroleum Machinery Co., Ltd., Didirikan pada tahun 2000, Dongsheng memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalampompa batang minyakPenelitian dan pengembangan dan manufaktur.
Kami melayani semua jenis ladang minyak: sumur darat, dalam, berpasir tinggi, mengandung gas tinggi, dan sangat korosif, dengan pengalaman teknik dan aplikasi lapangan yang kaya.
Produk kami diekspor ke seluruh dunia dan bekerja sama dengan perusahaan minyak internasional, termasuk ZPEC, China Shipbuilding, SLB, Weatherford, Sinopec, dan PetroChina.
Dengan produk yang andal dan layanan purna jual yang lengkap, Dongsheng memberikan dukungan yang solid untuk produksi lapangan yang stabil.


